Detail Cantuman Kembali
proses iodisasi untuk menghasilkan garam beriodium
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Kalium Iodat (KIO3) yang terbaik yang dapat meningkatkan kandungan iodium garam sesuai batas maksimal standart SNI yaitu 80 pp. (mg/kg). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yaitu melakukan analisa yang meliputi peningkatan konsentrasi Kalium Iodat (KIO3) dengan cara injeksi yang diaplikasikan pada garam dengan konsentrasi yang berbeda. Konsentrasi Kalium Iodat yang diberikan diantaranya adalah KIO3 2,0% (A), KIO3 0,22% (B), dan KIO3 0,24% (C). Konsentrasi Kalium Iodat (KIO3) 0,24% (C) yang ditambahkan pada proses iodisasi mengakibatkan kenaikan kadar iodium garam. Namun demikian simpangan deviasi data yang cukup besar menunjukkan distribusi iodium yang tidak merata ke selluruh garam. Kandungan rata-rata Iodium paling tinggi terdapat pada garam A yang merupakan hasil dari iodisasi yang dilakukan di pabrik yakni sebesar 156.12 ppm dimana hasil tersebut tidak aman untuk dikonsumsi karena telah melebihi ambang batas ketentuan dari SNI 01 - 3556-2010. Sampel garam dengan nilai kandungan terendah terdapat pada garam B dan C hasil iodisasi yang dilakukan di Laboratorium. Kandungan garam B yaitu 70.1064 ppm sedangkan pada garam C memiliki nilai kandungan iodium 72.7436 ppm. Kandungan dari garam B dan C ini dinilai sudah memenuhi standart SNI. Rata-rata kandungan NaCl pada garam A 97,72%, garam B 95,65% dan garam C 99,20%. Semua kandungan NaCl garam sudah memenuhi standart SNI untuk garam dapur.
625.14.09 Eci p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2013
Surabaya
xii, 69 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







